Selasa, 19 Januari 2016

Uniknya Kerukunan Agama yang Digambarkan Pura Lingsar

Jika anda berencana liburan ke Lombok, maka jangan sampai anda melewatkan mengunjungi daerah yang memiliki keunikan budaya. Lombok bukan hanya tentang pesona pantai yang indah, pasir pantai yang putih dan jernihnya air laut, tetapi juga pusat budaya dan peninggalan budaya di masa lampau. Oleh karena itu, Pura Lingsar adalah destinasi pariwisata yan sangat cocok bagi anda untuk mengenal keunikan toleransi umat beragama Hindu dan Islam. Di kawasan Pura Lingsar ini, terdapat empat bangunan besar yaitu, Lingsar Wulan, Bhatara Bagus Balian, Pura Gaduh serta Kemaliq. Banyak sekali acara yang biasa dilakukan di pura tersebut, contohnya adalah upacara pemujaan terhadap tokoh kepercayaan yang dihormati disana.

Sejarah Pura Lingsar Lombok

Disana juga ada kolam kecil yang memiliki kepercayaan bahwa dapat mengabulkan permintaan. Oleh karena itu, banyak sekali pengunjung disana yang melempar koin ke dalam koin dan berdoa meminta permintaan. Kolam tersebut juga juga “mitosnya” tidak pernah kering dan volumenya tidak pernah berkurang ataupun lebih dan juga ada ikan tuna yang besar. Jika anda melihatnya, anda sangat beruntung. Pura Lingsar adalah salah satu pura suci yang bukan hanya digunakan oleh orang beragama Hindu yang berada di Lombok, tetapi juga untuk agama Muslim dan pengikut kepercayaan Wektu Telu. Pura ini dibangun sekitar tahun 1714 yang digunakan untuk menyembah nenek moyang oleh kepercayaan orang dulu. 

Uniknya Patung di Pura Lingsar


Beberapa patung-patung yang biasa disembah masih bisa dilihat sampai sekarang ini. Pura Lingsar memiliki dua kuil dan satu-satunya tempat di Lombok yang dikunjung oleh masyarakat yang beragama Hindu, Buddha, Kristend dan Islam untuk satu hal, yaitu berdoa. Banyak yang percaya, jika kita berdoa di Pura Lingsar, maka akan diwujudkan keinginannya. Sehingga banyak orang yang berdoa meminta kesejahteraan, kemakmuran, kesuburan, hujan dan juga hasil panen yang melimpah. Selain itu, ada juga festival yang digelar di pura ini, salah satunya adalah Perang Topat yaitu festival lokal yang menyediakan sesajen nasi dan beberapa makanan untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Pura ini juga merupakan lambang persatuan, yang merupakan cerminan dari kerukunan umat beragama, oleh karena itu tempat ini dianggap suci. 

Seperti memasuki Candi Borobudur, anda juga harus mengenakan selendang kain berwarna kuning yang diikatkan pada pinggang untuk menunjukkan rasa hormat pada Pura Lingsar yang suci ini. Pura Lingsar ini bisa menjadi pilihan tempat destinasi wisata anda disaat liburan. Ada banyak sekali nilai-nilai moral pada kebudayaan yang digambarkan pada pura ini, oleh karena itu jangan ragu untuk mengunjunginya jika anda merencanakan liburan ke Lombok. Tentu saja setelah anda menikmati sajian utama khas Lombok yaitu pasir putih nan indah dan juga pantai yang menenangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar